Berita Politik Terkini: Husni Mubarak Bersaksi Melawan Muhammad Mursi Di Pengadilan Mesir

0
111
Berita politik terkini
Berita politik terkini

Berita politik terkini terkait konflik Mesir. Presiden Mesir pertama yang dipilih rakyat secara bebas, Muhammad Mursi, menghadapi dakwaan terkait kasus yang melibatkan  dirinya di tahun 2011. Dalam sidang tersebut Husni Mubarak hadir sebagai saksi. Walau tidak menjawab sebagian pertanyaan yang diajukan, kesaksiannya cenderung memberatkan  Muhammad Mursi, seperti berita yang dihimpun oleh matamatapolitik.com. Digulingkan dari kursi kepresidenan selama protes tahun 2011 yang mengakhiri pemerintahannya selama 30 tahun, Husni Mubarak yang terlihat lemah di usianya yang ke sembilan puluh tahun berjalan ke ruang sidang dengan tongkat pada hari Rabu, tanggal 26 Desember lalu.

Berita politik terkini terkait kasus ini tetap memanas setelah beberapa tahun. Selama kesaksiannya terhadap Morsi, presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis, Mubarak menyatakan bahwa ia tidak dapat menjawab sebagian besar pertanyaan yang diajukan pengadilan padanya, karena ia membutuhkan izin dari militer dan Presiden saat ini Abdel Fattah Al Sisi. Awal bulan Desember ini, Mubarak gagal tampil di pengadilan dalam kasus yang sama. Pengacaranya, Farid al-Deeb, telah mengatakan kepada Pengadilan Kriminal Kairo bahwa mantan presiden tersebut adalah anggota militer. Karena itu ia harus mendapatkan izin dari militer untuk tampil di pengadilan.

Sejak pemecatannya dari kekuasaan kepresidenan dalam kudeta militer yang dilakukan oleh Al Sisi, Mursi telah diadili dalam beberapa kasus berbeda. Pada bulan April 2015, ia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara atas tuduhan memerintahkan penangkapan dan penyiksaan terhadap para demonstran dalam bentrokan di luar istana presiden pada 2012. Pada September 2016, Mursi juga dijatuhi hukuman 25 tahun penjara dengan tuduhan menyetujui tindakan intelijen ke Qatar.

Selanjutnya pada bulan Desember 2017, ia juga dihukum tiga tahun penjara dengan tuduhan menghina lembaga peradilan Mesir. Setelah menjebloskan Mursi ke penjara pada tahun 2013, Al Sisi melakukan penindasan sengit dan kejam terhadap lawan-lawannya. Dengan memenjarakan puluhan ribu orang pendukung Mursi tanpa tuduhan jelas dan bukti memadai. Hal ini menyebabkan Al Sisi mendapat protes dan dikecam oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Amnesty Internasional menggambarkan sistem peradilan Mesir sebagai sistem yang rusak parah. Mereka juga menggambarkan hukuman mati yang diberikan pengadilan Mesir kepada Mursi dan anggota Ikhwanul Muslimin lainnya dalam persidangan sebelumnya sebagai upaya balas dendam. Dalam sebuah laporan yang dirilis pada bulan Maret 2018 lalu, sebuah panel anggota parlemen dan pengacara Inggris mengatakan kondisi pemenjaraan Mursi membuatnya menghadapi “kematian dini”.

Panel tersebut, yang ditugaskan oleh keluarga Mursi, mengatakan bahwa mantan pemimpin Mesir itu menerima perawatan medis yang minim dan sangat tidak memadai, terutama untuk mengatasi penyakit diabetes dan liver yang dideritanya.  Konsekuensi dari perawatan kesehatan yang tidak memadai ini kemungkinan akan cepat memburuk kondisi jangka panjangnya, yang kemungkinan akan menyebabkan kematian dini.

Dapatkan berita politik terkini dari dalam dan luar negeri di matamatapolitik.com.